Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

28 September 2020

Untuk diri saya,  maaf saya memaksamu lagi.  Maaf saya memaksamu untuk terlihat baik-baik saja, padahal saya tau kamu hancur.  Maaf saya memaksamu untuk menerima dan mengikhlaskan hal yang sebenarnya saya tau belum bisa kamu ikhlaskan. Maaf saya memaksamu untuk terlihat kuat, terlihat hebat, agar tidak ada yang menyadari bahwa kamu amat rapuh. Maaf memaksamu untuk menutupi perasaanmu yang sesungguhnya, maaf memaksamu untuk menutupi keadaanmu yang sebenarnya.  Maaf.

14 Agustus 2020

Ketika saya sedang menceritakan masalah saya,  berhenti memberi tahu saya apa masalahmu, berhenti memberi tahu bahwa masalah saya masih lebih ringan dari kamu, berhenti memaksa saya harus melakukan seperti apa yang kamu lakukan dengan masalahmu, dan berhenti memberi tahu saya hal-hal lain milikmu.  Saya sedang ingin didengar, bukan mendengarkan kembali ceritamu.

07 Agustus 2020

Untuk saya,  menangis saja, ketika kamu ingin menangis,  kamu tidak perlu berpura-pura kuat.  Ketika kamu kecewa,  kamu marah, ungkapkan,  kamu tidak perlu selalu terlihat baik-baik saja,  kamu tidak perlu selalu terlihat bahagia.  Katakan kamu bahagia,  saat kamu memang benar-benar bahagia,  katakan kamu baik-baik saja,  jika memang seperti itu adanya. Terima kasih,  untuk diri saya sendiri,  kamu hebat

23 Juli 20

Saya enggan menceritakan keadaan saya. Saya takut dianggap berlebihan. Saya takut respon yang saya dapat akan memojokkan saya. Saya takut respon yang saya dapat berupa "mengajari" saya, di saat bukan itu yang saya butuhkan.  Saya takut respon yang saya dapat justru semakin menekan saya.