Untuk diri saya, maaf saya memaksamu lagi. Maaf saya memaksamu untuk terlihat baik-baik saja, padahal saya tau kamu hancur. Maaf saya memaksamu untuk menerima dan mengikhlaskan hal yang sebenarnya saya tau belum bisa kamu ikhlaskan. Maaf saya memaksamu untuk terlihat kuat, terlihat hebat, agar tidak ada yang menyadari bahwa kamu amat rapuh. Maaf memaksamu untuk menutupi perasaanmu yang sesungguhnya, maaf memaksamu untuk menutupi keadaanmu yang sebenarnya. Maaf.
These are stories and histories of my life.