Skip to main content

Posts

Showing posts from 2026

Pelangi Setelah Hujan

Haiii,  sudah lama sekali aku tidak menulis, sampai rasanya hampir lupa bagaimana caranya merangkai kata. Tapi kali ini aku ingin menyimpan cerita ini –agar suatu hari nanti, mungkin bertahun-tahun dari sekarang, aku masih bisa kembali membacanya dan mengingat perjalanan ini. Beberapa tahun terakhir terasa seperti rangkaian kehilangan yang datang tanpa jeda. Satu per satu orang yang begitu dekat dalam hidupku pergi –Papa, seseorang yang pernah kucintai, juga beberapa teman yang dulu terasa begitu berarti. Semuanya terjadi hampir bersamaan, seolah hidup tiba-tiba menarik begitu banyak hal dariku sekaligus. Tapi yang paling sulit adalah ketika Papa pergi. Sampai sekarang pun, rasanya masih sulit dijelaskan. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar bisa terisi lagi. Aku sering bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku menjalani hidup setelah itu. Rasa rindu datang hampir setiap saat –tiba-tiba saja muncul di tengah hari yang biasa. Tapi yang bisa kulakukan hanya mendoakan, karena ...

New Chapter

Love found me when I wasn’t looking, and stayed when I didn’t think I needed it. At first, I questioned it —too fast, too soon, too fragile? I wasn’t ready, yet it remained. But every doubt and fear was answered by the way love feels with you: simple, clear, warm, and safe . A kind of love I had never known before. I'm beyond grateful to found you, in my hardest time. 
Selama ini kamu lebih dari cukup, juga lebih dari baik. Meskipun kamu tidak sebaik ini, aku tidak pernah ragu untuk memilihmu, hari ini, kemarin, sembilan tahun atau bahkan tiga belas tahun yang lalu. Akan selalu kamu.  Aku tidak memintamu kembali, juga tidak ingin membuatmu merasa bersalah. Isi kepalaku riuh, terlalu banyak kalimat yang ingin aku sampaikan, hingga akhirnya justru tidak ada satu kalimat pun yang bisa aku rangkai. Tapi aku mengutip sebuah tulisan, yang menurutku bisa mewakili riuhnya isi kepalaku Semoga kelak kamu akan menemukan damai yang dulu gagal kau temukan bersamaku,  Aku mengakui satu hal, mungkin aku bukan tempat paling nyaman untukmu bertahan. Bukan tempat dimana kamu bisa merasa aman.  Mungkin aku bagian yang membuatmu lelah, membuat langkahmu ragu, membuat hatimu ingin menyerah. Dan mungkin harusnya kau buang aku jauh-jauh sejak awal. Untuk itu aku minta maaf.  Bukan untuk mengubah masa lalu, tapi untuk bertanggung jawab atas peranku dalam ...