Skip to main content

Posts

Pelangi Setelah Hujan

Haiii,  sudah lama sekali aku tidak menulis, sampai rasanya hampir lupa bagaimana caranya merangkai kata. Tapi kali ini aku ingin menyimpan cerita ini –agar suatu hari nanti, mungkin bertahun-tahun dari sekarang, aku masih bisa kembali membacanya dan mengingat perjalanan ini. Beberapa tahun terakhir terasa seperti rangkaian kehilangan yang datang tanpa jeda. Satu per satu orang yang begitu dekat dalam hidupku pergi –Papa, seseorang yang pernah kucintai, juga beberapa teman yang dulu terasa begitu berarti. Semuanya terjadi hampir bersamaan, seolah hidup tiba-tiba menarik begitu banyak hal dariku sekaligus. Tapi yang paling sulit adalah ketika Papa pergi. Sampai sekarang pun, rasanya masih sulit dijelaskan. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar bisa terisi lagi. Aku sering bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku menjalani hidup setelah itu. Rasa rindu datang hampir setiap saat –tiba-tiba saja muncul di tengah hari yang biasa. Tapi yang bisa kulakukan hanya mendoakan, karena ...
Recent posts

New Chapter

Love found me when I wasn’t looking, and stayed when I didn’t think I needed it. At first, I questioned it —too fast, too soon, too fragile? I wasn’t ready, yet it remained. But every doubt and fear was answered by the way love feels with you: simple, clear, warm, and safe . A kind of love I had never known before. I'm beyond grateful to found you, in my hardest time. 
Selama ini kamu lebih dari cukup, juga lebih dari baik. Meskipun kamu tidak sebaik ini, aku tidak pernah ragu untuk memilihmu, hari ini, kemarin, sembilan tahun atau bahkan tiga belas tahun yang lalu. Akan selalu kamu.  Aku tidak memintamu kembali, juga tidak ingin membuatmu merasa bersalah. Isi kepalaku riuh, terlalu banyak kalimat yang ingin aku sampaikan, hingga akhirnya justru tidak ada satu kalimat pun yang bisa aku rangkai. Tapi aku mengutip sebuah tulisan, yang menurutku bisa mewakili riuhnya isi kepalaku Semoga kelak kamu akan menemukan damai yang dulu gagal kau temukan bersamaku,  Aku mengakui satu hal, mungkin aku bukan tempat paling nyaman untukmu bertahan. Bukan tempat dimana kamu bisa merasa aman.  Mungkin aku bagian yang membuatmu lelah, membuat langkahmu ragu, membuat hatimu ingin menyerah. Dan mungkin harusnya kau buang aku jauh-jauh sejak awal. Untuk itu aku minta maaf.  Bukan untuk mengubah masa lalu, tapi untuk bertanggung jawab atas peranku dalam ...

Dear 2025

Terima kasih ya, untuk semua lelah dan bahagia di tahun ini. Walau aku banyak kehilangan, meskipun aku menangis lebih banyak kali ini, tapi rasanya tidak seburuk 2 dan 3 tahun lalu. Entah mungkin karena aku sudah terbiasa, mungkin juga karena aku sudah melewati yang lebih buruk dari ini atau mungkin, kali ini aku menerima dan memilih untuk mengeluarkan rasa sakitnya. Kehilangan tiga kali berturut-turut, dua kucingku, yang di tahun terbawahku saat itu selalu menemani sedihku, tahun ini tugasnya selesai, mereka kini berlarian di jembatan pelangi, berbahagia. Dan Dia yg kupikir akan menjadi akhir, tapi justru malah berakhir. Aku bertanya-tanya, apa yang sedang disiapkan di depan sana untukku, sampai jalannya seperti ini? Jika semua ini adalah balasan atas luka yang sengaja maupun tidak sengaja kubuat kepada orang lain, aku terima, semoga setelah ini luka mereka bisa sembuh dan berbahagia. Agar bila tiba saatnya aku bahagia, aku tidak berbahagia di atas luka mereka, dan agar bahagiaku tida...

Last October

Aku selalu berharap bisa bersamamu seterusnya, sama seperti Sore yg akan selalu memilih Jo lagi dan lagi, begitupun kamu, akan selalu ada kesempatan untukmu lagi dan lagi, tidak pernah ada lelah untuk terus memilihmu. Tapi kalau takdir dan kamu memilih orang lain untuk bersama, aku bisa apa?