Aku selalu berharap bisa bersamamu seterusnya, sama seperti Sore yg akan selalu memilih Jo lagi dan lagi, begitupun kamu, akan selalu ada kesempatan untukmu lagi dan lagi, tidak pernah ada lelah untuk terus memilihmu. Tapi kalau takdir dan kamu memilih orang lain untuk bersama, aku bisa apa?
Haiii, sudah lama sekali aku tidak menulis, sampai rasanya hampir lupa bagaimana caranya merangkai kata. Tapi kali ini aku ingin menyimpan cerita ini –agar suatu hari nanti, mungkin bertahun-tahun dari sekarang, aku masih bisa kembali membacanya dan mengingat perjalanan ini. Beberapa tahun terakhir terasa seperti rangkaian kehilangan yang datang tanpa jeda. Satu per satu orang yang begitu dekat dalam hidupku pergi –Papa, seseorang yang pernah kucintai, juga beberapa teman yang dulu terasa begitu berarti. Semuanya terjadi hampir bersamaan, seolah hidup tiba-tiba menarik begitu banyak hal dariku sekaligus. Tapi yang paling sulit adalah ketika Papa pergi. Sampai sekarang pun, rasanya masih sulit dijelaskan. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar bisa terisi lagi. Aku sering bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku menjalani hidup setelah itu. Rasa rindu datang hampir setiap saat –tiba-tiba saja muncul di tengah hari yang biasa. Tapi yang bisa kulakukan hanya mendoakan, karena ...