Mereka bilang
aku ini aneh, mereka bilang aku ini moody, mereka bilang aku ini terlalu
kekanak-kanakkan. Aku hanya melakukan apa yang aku mau dan menjadi diriku sendiri. Lagipula, kalau aku bisa
memilih, aku ingin terus menjadi anak-anak. Karena aku tidak mau menjadi
dewasa. Ups, maksudku, aku tidak mau sepenuhnya menjadi dewasa. Setidaknya
untuk saat ini. Bukan karena alasan apapun, tapi karena permasalahan
orang-orang dewasa itu terlalu rumit. Aku terlalu mudah bosan untuk
menyelesaikan masalah yang terlalu pelik. Tapi aku juga tidak akan pernah lari
begitu saja. Aku bahagia menjadi diriku saat ini. Aku masih bisa bebas untuk
melakukan apapun sesuka-ku, dengan cuek tanpa peduli apa itu masalah. Tapi
bukan berarti aku sebegitu cueknya, hanya asik dengan dunia yang ku
ciptakan sendiri. Aku tau kapan aku tidak seharusnya bersikap seperti
anak-anak, ya aku tau kapan dan kepada siapa aku harus bersifat dewasa. Aku
tidak mau mendewasakan diriku, aku mau semua berjalan dengan sendirinya.
Aku tidak peduli mereka berkata apa, dan aku tidak peduli
jika mereka mengatakan sifatku tidak sepantasnya untuk umurku saat ini. Hey,
apa arti sebuah umur? Bukannya banyak, orang yang lebih tua diatasku tapi
memiliki sifat yang justru lebih kekanak-kanakkan daripada aku? Dan bukannya
banyak pula anak-anak yang memiliki pemikiran dewasa. Apa umur seseorang mengharuskan
seseorang itu pula untuk menjadi dewasa sesuai umur mereka? Lagipula aku tidak
bodoh untuk selalu bersikap seperti anak-anak. Sifatku memang seperti ini, selama itu tidak mengganggu,
baik-baik saja kan? Memiliki sifat seperti anak kecil bukan berarti aku tidak
mengerti bagaimana untuk bersikap dewasa.
Aku nyaman menjadi seperti ini, aku tidak pernah berusaha
menjadi dewasa, karena menjadi anak-anak jauh lebih bahagia. Aku akan menjadi
dewasa, itu pasti, namun belum untuk saat ini. Karena hidup ini penuh pilihan,
dan ini pilihanku.
Auliadnr