Skip to main content

My Life Isn't Yours



Mereka bilang aku ini aneh, mereka bilang aku ini moody, mereka bilang aku ini terlalu kekanak-kanakkan. Aku hanya melakukan apa yang aku mau dan menjadi diriku sendiri. Lagipula, kalau aku bisa memilih, aku ingin terus menjadi anak-anak. Karena aku tidak mau menjadi dewasa. Ups, maksudku, aku tidak mau sepenuhnya menjadi dewasa. Setidaknya untuk saat ini. Bukan karena alasan apapun, tapi karena permasalahan orang-orang dewasa itu terlalu rumit. Aku terlalu mudah bosan untuk menyelesaikan masalah yang terlalu pelik. Tapi aku juga tidak akan pernah lari begitu saja. Aku bahagia menjadi diriku saat ini. Aku masih bisa bebas untuk melakukan apapun sesuka-ku, dengan cuek tanpa peduli apa itu masalah. Tapi bukan berarti aku sebegitu cueknya, hanya asik dengan dunia yang ku ciptakan sendiri. Aku tau kapan aku tidak seharusnya bersikap seperti anak-anak, ya aku tau kapan dan kepada siapa aku harus bersifat dewasa. Aku tidak mau mendewasakan diriku, aku mau semua berjalan dengan sendirinya.


Aku tidak peduli mereka berkata apa, dan aku tidak peduli jika mereka mengatakan sifatku tidak sepantasnya untuk umurku saat ini. Hey, apa arti sebuah umur? Bukannya banyak, orang yang lebih tua diatasku tapi memiliki sifat yang justru lebih kekanak-kanakkan daripada aku? Dan bukannya banyak pula anak-anak yang memiliki pemikiran dewasa. Apa umur seseorang mengharuskan seseorang itu pula untuk menjadi dewasa sesuai umur mereka? Lagipula aku tidak bodoh untuk selalu bersikap seperti anak-anak. Sifatku memang seperti ini, selama itu tidak mengganggu, baik-baik saja kan? Memiliki sifat seperti anak kecil bukan berarti aku tidak mengerti bagaimana untuk bersikap dewasa.


Aku nyaman menjadi seperti ini, aku tidak pernah berusaha menjadi dewasa, karena menjadi anak-anak jauh lebih bahagia. Aku akan menjadi dewasa, itu pasti, namun belum untuk saat ini. Karena hidup ini penuh pilihan, dan ini pilihanku.



Auliadnr

Popular posts from this blog

Pelangi Setelah Hujan

Haiii,  sudah lama sekali aku tidak menulis, sampai rasanya hampir lupa bagaimana caranya merangkai kata. Tapi kali ini aku ingin menyimpan cerita ini –agar suatu hari nanti, mungkin bertahun-tahun dari sekarang, aku masih bisa kembali membacanya dan mengingat perjalanan ini. Beberapa tahun terakhir terasa seperti rangkaian kehilangan yang datang tanpa jeda. Satu per satu orang yang begitu dekat dalam hidupku pergi –Papa, seseorang yang pernah kucintai, juga beberapa teman yang dulu terasa begitu berarti. Semuanya terjadi hampir bersamaan, seolah hidup tiba-tiba menarik begitu banyak hal dariku sekaligus. Tapi yang paling sulit adalah ketika Papa pergi. Sampai sekarang pun, rasanya masih sulit dijelaskan. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar bisa terisi lagi. Aku sering bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku menjalani hidup setelah itu. Rasa rindu datang hampir setiap saat –tiba-tiba saja muncul di tengah hari yang biasa. Tapi yang bisa kulakukan hanya mendoakan, karena ...

Last October

Aku selalu berharap bisa bersamamu seterusnya, sama seperti Sore yg akan selalu memilih Jo lagi dan lagi, begitupun kamu, akan selalu ada kesempatan untukmu lagi dan lagi, tidak pernah ada lelah untuk terus memilihmu. Tapi kalau takdir dan kamu memilih orang lain untuk bersama, aku bisa apa?

Apoteker Cilik 2016

Hulla, Let me tell you about our final project, jadi final project kita itu adalah apoteker cilik, apcil sendiri sebagai pelengkap rangkaian kaderisasi jurusan farmasi. Setelah melewati rangkaian kaderisasi dari awal berupa opak, terus LK1, dilanjut Farmasi Gathering dan terakhir Apoteker Cilik. Apoteker cilik sebagai final project ini baru diadain lagi setelah dua tahun vakum. Jadi di angkatan 2014 & 2015 itu enggak ada Apcil, terakhir ada di 2013, dan tahun ini kita kebagian diadain lagi apcil ini. Waktu kumpul di forum(?) gatau apa namanya, pokoknya ada agenda setiap rabu "duduk bareng kader ber7an", di situ dibahas kalau kita udah harus mulai bentuk panitia buat apcil itu, nah akhirnya kita ngumpul tuh di balkon seangkatan selesai kuliah, dipilih deh tuh ketuanya siapa pake Voting, terus sama wakilnya juga. Terus terpilih deh Fadi sebagai Ketua Pelaksana dan Sari wakilnya. Terus si Fadi milih Bendahara dan Sekretaris seenak telunjuknya aja😂 wkwk hasil ...