Aku suka menulis, aku suka
menuangkan pikiranku dalam sebuah rangkaian kata. Namun itu aku lakukan dulu. Aku
sudah memutuskan untuk berhenti menulis. Sejujurnya aku tidak sepenuhnya
berhenti menulis, hanya saja, aku tidak tertarik lagi untuk menulis, aku tidak
tertarik lagi untuk memikirkan puluhan kata untuk aku satukan menjadi satu
kalimat yang puitis. Entah apa alasanku sampai aku tidak tertarik lagi untuk bermain
dengan kata-kata.
Pernah aku berpikir untuk kembali menulis,
dan kembali mencari kalimat yang indah untuk aku pakai menyusun tulisanku. Namun,
saat aku lakukan, aku tidak senyaman dulu untuk menulis. Sering aku berpikir,
untuk apa aku menulis lagi, untuk apa aku merangkai kata indah dan puitis. Sebagian
diriku mendorongku untuk kembali menulis, menyuruhku kembali menyusun ide-ide
dan aku tuangkan dalam tulisan. Tapi, sebagian diriku melarang, mereka berkata
"Untuk apa kamu menulis itu? Perlukah kamu menulis, membuat cerita-cerita
atau puisi itu? Itu bukan kamu" Saat-saat seperti ini yang aku tidak suka,
saat diriku menyuarakan dua hal yang berbeda dan bersebrangan.
Aku berubah. Iya, aku bukan lagi
aku yang suka menulis seperti dulu. Juga bukan lagi aku yang suka dengan kalimat-kalimat
indah dan unik itu. Mengapa dulu aku bisa dengan mudahnya menuangkan pikiranku
dalam sebuah tulisan, dalam sebuah cerita, tapi kenapa nyatanya saat ini, aku
enggan untuk menulis. Yang aku tahu, dulu, menulis itu ungkapan diriku, isi
dari pikiranku. Dan hasil tulisanku, adalah karya yang mempunyai rasa
tersendiri. Namun aku kehilangan itu. Sekarang, aku lebih memilih untuk menyimpan
dalam diam pikiranku. Ini yang tidak aku mengerti kenapa. Saat menulis kamu bisa
bermain dengan kata-kata, tapi tidak bisa asal memilih kata.
Aku butuh mesin waktu. Aku ingin
aku yang dulu. Bagaimana rasanya, kamu menginginkan sesuatu, sangat ingin itu
terjadi, padahal dilain sisi kamu tahu, itu tidak akan bisa menjadi nyata dalam
duniamu. Dan kamu hanya bisa terus memimpikannya.
Aku ingin kembali menulis, aku
ingin mengisi lembaran kosong itu dengan isi pikiranku lagi. Tapi celakanya, aku
tidak bisa lagi merasa nyaman saat menulis seperti dulu, aku tidak bisa lagi
bebas mengutarakan pikiranku, menyalurkan ideku, dan menyusun kalimat-kalimat
untuk melengkapi dan menyempurnakan tulisanku. Lalu, aku harus bagaimana untuk mulai
menulis kembali?
Apakah dengan menyusun kalimat-kalimat ini aku sudah mulai
menulis kembali?
Auliadnr
Auliadnr