Skip to main content

Lagi?

             Aku suka menulis, aku suka menuangkan pikiranku dalam sebuah rangkaian kata. Namun itu aku lakukan dulu. Aku sudah memutuskan untuk berhenti menulis. Sejujurnya aku tidak sepenuhnya berhenti menulis, hanya saja, aku tidak tertarik lagi untuk menulis, aku tidak tertarik lagi untuk memikirkan puluhan kata untuk aku satukan menjadi satu kalimat yang puitis. Entah apa alasanku sampai aku tidak tertarik lagi untuk bermain dengan kata-kata.

Pernah aku berpikir untuk kembali menulis, dan kembali mencari kalimat yang indah untuk aku pakai menyusun tulisanku. Namun, saat aku lakukan, aku tidak senyaman dulu untuk menulis. Sering aku berpikir, untuk apa aku menulis lagi, untuk apa aku merangkai kata indah dan puitis. Sebagian diriku mendorongku untuk kembali menulis, menyuruhku kembali menyusun ide-ide dan aku tuangkan dalam tulisan. Tapi, sebagian diriku melarang, mereka berkata "Untuk apa kamu menulis itu? Perlukah kamu menulis, membuat cerita-cerita atau puisi itu? Itu bukan kamu" Saat-saat seperti ini yang aku tidak suka, saat diriku menyuarakan dua hal yang berbeda dan bersebrangan.

Aku berubah. Iya, aku bukan lagi aku yang suka menulis seperti dulu. Juga bukan lagi aku yang suka dengan kalimat-kalimat indah dan unik itu. Mengapa dulu aku bisa dengan mudahnya menuangkan pikiranku dalam sebuah tulisan, dalam sebuah cerita, tapi kenapa nyatanya saat ini, aku enggan untuk menulis. Yang aku tahu, dulu, menulis itu ungkapan diriku, isi dari pikiranku. Dan hasil tulisanku, adalah karya yang mempunyai rasa tersendiri. Namun aku kehilangan itu. Sekarang, aku lebih memilih untuk menyimpan dalam diam pikiranku. Ini yang tidak aku mengerti kenapa. Saat menulis kamu bisa bermain dengan kata-kata, tapi tidak bisa asal memilih kata.

Aku butuh mesin waktu. Aku ingin aku yang dulu. Bagaimana rasanya, kamu menginginkan sesuatu, sangat ingin itu terjadi, padahal dilain sisi kamu tahu, itu tidak akan bisa menjadi nyata dalam duniamu. Dan kamu hanya bisa terus memimpikannya.

Aku ingin kembali menulis, aku ingin mengisi lembaran kosong itu dengan isi pikiranku lagi. Tapi celakanya, aku tidak bisa lagi merasa nyaman saat menulis seperti dulu, aku tidak bisa lagi bebas mengutarakan pikiranku, menyalurkan ideku, dan menyusun kalimat-kalimat untuk melengkapi dan menyempurnakan tulisanku. Lalu, aku harus bagaimana untuk mulai menulis kembali?
Apakah dengan menyusun kalimat-kalimat ini aku sudah mulai menulis kembali?

Auliadnr

Popular posts from this blog

Pelangi Setelah Hujan

Haiii,  sudah lama sekali aku tidak menulis, sampai rasanya hampir lupa bagaimana caranya merangkai kata. Tapi kali ini aku ingin menyimpan cerita ini –agar suatu hari nanti, mungkin bertahun-tahun dari sekarang, aku masih bisa kembali membacanya dan mengingat perjalanan ini. Beberapa tahun terakhir terasa seperti rangkaian kehilangan yang datang tanpa jeda. Satu per satu orang yang begitu dekat dalam hidupku pergi –Papa, seseorang yang pernah kucintai, juga beberapa teman yang dulu terasa begitu berarti. Semuanya terjadi hampir bersamaan, seolah hidup tiba-tiba menarik begitu banyak hal dariku sekaligus. Tapi yang paling sulit adalah ketika Papa pergi. Sampai sekarang pun, rasanya masih sulit dijelaskan. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar bisa terisi lagi. Aku sering bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku menjalani hidup setelah itu. Rasa rindu datang hampir setiap saat –tiba-tiba saja muncul di tengah hari yang biasa. Tapi yang bisa kulakukan hanya mendoakan, karena ...

Last October

Aku selalu berharap bisa bersamamu seterusnya, sama seperti Sore yg akan selalu memilih Jo lagi dan lagi, begitupun kamu, akan selalu ada kesempatan untukmu lagi dan lagi, tidak pernah ada lelah untuk terus memilihmu. Tapi kalau takdir dan kamu memilih orang lain untuk bersama, aku bisa apa?

Apoteker Cilik 2016

Hulla, Let me tell you about our final project, jadi final project kita itu adalah apoteker cilik, apcil sendiri sebagai pelengkap rangkaian kaderisasi jurusan farmasi. Setelah melewati rangkaian kaderisasi dari awal berupa opak, terus LK1, dilanjut Farmasi Gathering dan terakhir Apoteker Cilik. Apoteker cilik sebagai final project ini baru diadain lagi setelah dua tahun vakum. Jadi di angkatan 2014 & 2015 itu enggak ada Apcil, terakhir ada di 2013, dan tahun ini kita kebagian diadain lagi apcil ini. Waktu kumpul di forum(?) gatau apa namanya, pokoknya ada agenda setiap rabu "duduk bareng kader ber7an", di situ dibahas kalau kita udah harus mulai bentuk panitia buat apcil itu, nah akhirnya kita ngumpul tuh di balkon seangkatan selesai kuliah, dipilih deh tuh ketuanya siapa pake Voting, terus sama wakilnya juga. Terus terpilih deh Fadi sebagai Ketua Pelaksana dan Sari wakilnya. Terus si Fadi milih Bendahara dan Sekretaris seenak telunjuknya aja😂 wkwk hasil ...