Skip to main content

Menunggu?

"Menunggu itu menyakitkan, meninggalkan juga, tetapi lebih menyakitkan lagi, ketika kita tidak tahu harus menunggu atau meninggalkan"
• • • • •
Menunggu memiliki banyak definisi, dan aku memiliki definisiku sendiri.
Menunggu bukanlah hal yang mudah, namun tidak bisa disebut sulit.

Aku menunggu, tapi tidak sendiri, tidak juga dengan oranglain, aku ditemani oleh diriku, setidaknya anggap saja seperti itu.
Menunggu sesuatu yang aku sudah tahu pasti tidak ada artinya lagi, namun, masih saja aku lakukan.

Aku selalu berdebat dengan diriku sendiri, apakah aku harus berhenti? atau menunggu lebih lama lagi? Dan aku selalu memilih untuk menunggu lebih lama lagi, namun diriku selalu memaksa untuk berhenti.

Ini bukan tentang kamu, namun tentang aku dan diriku, yang selalu memperdebatkan hal yang sama setiap harinya. Menunggu.

Menunggu itu pahit, menunggu itu menyakitkan, terlebih untuk sesuatu yang tidak diketahui pasti akhirnya, kata diriku.
Namun, aku sudah terbiasa dengan itu, lalu apalagi masalahnya, bukankah memang kita tidak pernah tahu akhir apa yang akan kita dapat dari menunggu, kataku.

Akhir dari menunggu merupakan rahasia waktu, sama seperti apa yang akan kita dapatkan esok hari, kita tidak akan pernah tahu.
Pun jika memang hasil yang aku dapatkan adalah kekecewaan, adalah ikhlas sebaik-baiknya penyembuh luka.

Percayalah, semua yang terjadi dulu, sekarang atau pun nanti telah diatur oleh Tuhan tanpa kesia-siaan, Ia mengatur segala sesuatu dengan alasan. Seperti yang seringkali aku ucapkan, setetes air maupun sehelai daun jatuh pun memiliki alasan dan manfaatnya.

Menunggu ini urusanku, masih memaksaku untuk berhenti? Tanyaku,
Belum lagi untuk saat ini, jawab diriku.

Aku bisa mengerti bagaimana diriku, namun diriku tidak bisa mengerti aku.

Lalu, siapakah aku dan diriku?
• • • • •
Auliadnr

Popular posts from this blog

Pelangi Setelah Hujan

Haiii,  sudah lama sekali aku tidak menulis, sampai rasanya hampir lupa bagaimana caranya merangkai kata. Tapi kali ini aku ingin menyimpan cerita ini –agar suatu hari nanti, mungkin bertahun-tahun dari sekarang, aku masih bisa kembali membacanya dan mengingat perjalanan ini. Beberapa tahun terakhir terasa seperti rangkaian kehilangan yang datang tanpa jeda. Satu per satu orang yang begitu dekat dalam hidupku pergi –Papa, seseorang yang pernah kucintai, juga beberapa teman yang dulu terasa begitu berarti. Semuanya terjadi hampir bersamaan, seolah hidup tiba-tiba menarik begitu banyak hal dariku sekaligus. Tapi yang paling sulit adalah ketika Papa pergi. Sampai sekarang pun, rasanya masih sulit dijelaskan. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar bisa terisi lagi. Aku sering bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku menjalani hidup setelah itu. Rasa rindu datang hampir setiap saat –tiba-tiba saja muncul di tengah hari yang biasa. Tapi yang bisa kulakukan hanya mendoakan, karena ...

Last October

Aku selalu berharap bisa bersamamu seterusnya, sama seperti Sore yg akan selalu memilih Jo lagi dan lagi, begitupun kamu, akan selalu ada kesempatan untukmu lagi dan lagi, tidak pernah ada lelah untuk terus memilihmu. Tapi kalau takdir dan kamu memilih orang lain untuk bersama, aku bisa apa?

Apoteker Cilik 2016

Hulla, Let me tell you about our final project, jadi final project kita itu adalah apoteker cilik, apcil sendiri sebagai pelengkap rangkaian kaderisasi jurusan farmasi. Setelah melewati rangkaian kaderisasi dari awal berupa opak, terus LK1, dilanjut Farmasi Gathering dan terakhir Apoteker Cilik. Apoteker cilik sebagai final project ini baru diadain lagi setelah dua tahun vakum. Jadi di angkatan 2014 & 2015 itu enggak ada Apcil, terakhir ada di 2013, dan tahun ini kita kebagian diadain lagi apcil ini. Waktu kumpul di forum(?) gatau apa namanya, pokoknya ada agenda setiap rabu "duduk bareng kader ber7an", di situ dibahas kalau kita udah harus mulai bentuk panitia buat apcil itu, nah akhirnya kita ngumpul tuh di balkon seangkatan selesai kuliah, dipilih deh tuh ketuanya siapa pake Voting, terus sama wakilnya juga. Terus terpilih deh Fadi sebagai Ketua Pelaksana dan Sari wakilnya. Terus si Fadi milih Bendahara dan Sekretaris seenak telunjuknya aja😂 wkwk hasil ...