Saya orang yang apatis, terhadap organisasi dan kegiatannya. Dari kelas tujuh sampai kelas duabelas tidak satupun organisasi saya ikuti. Pernah ikut, lalu selesai di tengah jalan. Saya cuek, saya tidak ingin di kenal, karena menurut saya dikenal oleh teman-teman saya saja rasanya sudah cukup. Saya tipikal orang yang sangat study oriented pada masa itu, dan tidak peduli dengan kemampuan bersosialisasi dan berorganisasi saya. Kalau anda menganggap saya sebagai orang yang hanya bisa berkomentar tanpa berkontribusi, anda salah. Saya tidak suka berkomentar, selagi hal tersebut tidak merugikan saya, terserah. Saya terlalu apatis untuk ikut mengomentari.
Beralih ke jenjang yang lebih tinggi entah kenapa saya justru mencoba untuk menjadi bagian organisasi sefakultas, bukan lagi jurusan. Terlihat nekat memang karena saya tidak memiliki latar belakang organisasi sama sekali, namun nyatanya saya mampu mengalahkan ratusan pendaftar lainnya. Ajaib kan? Awalnya saya sempat berpikiran kalau saya tidak akan betah berada di sana. Ternyata salah. Saya sangat menikmati tiap waktu yang saya habiskan di sana, membuatnya menjadi prioritas pertama dan utama saya. Tidak tahu sudah berapa banyak mata kuliah yang saya tinggalkan demi mendahulukan kepentingan organisasi, dan tidak ingin tahu, hal yang tidak akan pernah saya lakukan dulu. Ingat? Dulu saya sangat study oriented, ranking dan nilai sangat saya perhatikan tapi rasanya saya tidak sebebas dan selepas ini. Mengemukakan pendapat pun saya tidak ingin, atau tidak berani? Saya lebih nyaman berbincang melalui tulisan daripada lisan. Banyak hal yang ingin saya ungkapkan, namun berakhir dengan dipendam sendiri.
Saya merasa lebih bahagia. Saya belajar berbicara melalui organisasi, belajar menentukan prioritas, belajar manajemen waktu dan bersosialisasi, juga belajar menerima berbagai perbedaan karakter manusia dan mengendalikan emosi juga meredam ego sendiri. Akhirnya dari organisasi saya menyadari betapa menyenangkannya memiliki banyak rekan dari berbagai program studi. Mendapat banyak ilmu juga pelajaran dan manfaat yang banyak sekali. Akhirnya saya menyadari betapa pentingnya melatih soft skill, karena kuliah bukan melulu soal menjunjung tinggi nilai akademik.
Auliadnr